Sebuah cerita ringan dari Gus Dur.

“Karena (ini) di hadapan romo, saya ndak tahan terpaksa menceritakan yang ini, belakangan ini. Sebagai penutup.

Beberapa bulan sebelum wafatnya, Sri Paus datang ke New York, di Amerika sana.

Sore-sore, dia naik mobil di pinggir kota, kan sepi.

Dia bilang kepada supir, “Pir, berhenti. Anda pindah ke belakang. Saya ingin belajar nyetir.”

Umurnya sudah 84 tahun. Jalan aja setengah-setengah (malah) nyetir. 2 menit masuk selokan.

Polisi dateng. Wiu wiu wiu. Diurus semuanya, beres. Ya ndak kecelakaan, wong pelan aja.

Dia telpon tuh, polisi itu pada komandannya.

“Ndan, saya ini lagi ngurusi orang penting kecelakaan.” .

“Siapa? Presiden?”

“Bukan.”

“Wakil presiden?”

“Bukan.”

“Menteri?”

“Bukan.”

“Senator?”

“Bukan.”

“Gubenur?”

“Bukan.”

“Walikota?”

“Bukan.”

“Lha siapa?”

“Ndak tau. Supirnya saja Paus.”

#Loh (dia ndak tahu kalau itu supirnya paus)

K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close