My School of Live – Bpk Ary Ginanjar

MY SCHOOL OF LIFE

Saya tidak bermaksud riya atau ujub, namun saya merasa perlu berbagi pengalaman kepada adik-adik saya. Dengan segala kerendahan hati. Supaya adik-adik jangan hanya kagum pada hasil yang 1% tapi lupa proses yang 99%. Boleh ya saya sharing ? Semoga bermanfaat. Karena sukar mengajar tanpa bukti nyata.

Begini :

Langkah paling gokil-gila dan menakutkan serta paling beresiko di dalam kehidupan saya adalah memulai, membangun dan menyelesaikan Menara 165.
Memiliki ide itu biasa dan semua mungkin bisa.
Tapi memulai itu menakutkan karena perlu keberanian.

Memulai memang luar biasa. Tetapi membangunnya sedikit demi sedikit membutuhkan ketahanan mental dan kesabaran serta ketabahan. .
Dan meyelesaikan hingga tuntas itulah teristimewa karena di saat engkau susah dan terjepit, teman-temanmu pergi meninggalkanmu. Bahkan bayang-bayang dirimupun akan pergi menjauuuh. 
Namun kelak mereka akan datang lagi kalau sudah selesai.

Engkau perlu memiliki mental baja dan selalu berlapang dada. Kadang engkau menangis sendirian tanpa teman…..
Di sana engkau temukan Tuhan sahabatmu yang sejati.

Di sini engkau akan faham ada sebuah energi dahsyat ketika dirimu berada pada posisi :
” You at the point of no return”.

Dirimu telah membakar kapal.
Mundur engkau mati di samudera luas. Maju engkau jaya atau engkau mati mulia. This is a must !
Kadang disini tidak lagi logikamu yang bekerja tapi keberanian dan keyakinan semata.

…….kini Menara 165 telah tegak berdiri. Mesjid di puncaknya. Lafaz ALLAH di puncaknya telah menyala. Terima kasih yang telah membantu baik dari material dan non material.

Akan tetapi pelajaran besar di balik Menara 165 bagi saya itu jauh lebih penting dibandingkan gedung itu sendiri. Sebuah proses pendidikan dan penempaan mental yang selama ini terlupakan.

Tidak cukup hanya IQ, diperlukan EQ dan SQ. Tidak cukup pula hanya pandai berkata-kata laksana pujangga, tidak cukup hanya ilmu yang tinggi semata. 
Kunci keberhasilan terletak pada kekuatan MENTAL BAJA DAN KEYAKINAN YANG MEMBARA !

Sekarang izinkan saya bertanya. Menurut kamu mana yang paling mengesankan dan perlu diwariskan ? Prosesnya ? atau hasilnya ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close