Cerita Pendek “intip” Keseruan di Gojek Design Keliling

Sebenarnya agak terlambat untuk menulis, tapi daripada tidak sama sekali kan?

jadi ceritanya saya mau cerita ketika kemarin ke gojek, kebetulan dapet kesempatan dong bisa ikut gojek design keliling, karena baru pertama kalinya kesana otomatis pergi dengan angkutan dan sampailah dimarkas gojek, tepatnya di pasaraya blok m, lantai 6 dan 7.

jadi tempatnya asyik gt, ini kantornya ada didalam mall, namun lantai 6 dan 7 mall itu di booking khusus untuk kantornya Gojek, asyik banget sih konsepnya, ya kurang lebih sama dengan kantor startup pada umumnya yang memang dibuat cozy dan fun, sama halnya dengan kantornya Google indonesia yang juga funny banget, kalau kantornya Google lebih identik dengan icon, coffee dan pemandangan yang santai. kalau kantornya gojek lebih menonjolkan sebuah visualisasi, mural yang kayak jalanan, misalnya dilantai ada kayak garis-garis ya seperti jalur lalu lintas dijalan gt.

Nah, jadi tujuan kesana adalah belajar, mencari hal baru sekaligus bertemu dengan orang-orang baru, yang kerennya adalah mereka semua tentu designer yang udah ahli, karena kalau saya denger ya tidak semua masuk untuk ikut kan? malahan ada yang udah dapet tiket silver yang memang sekalian interview. wew keren!

Dan ternyata g cuma dari jakarta dong yang dateng, ada yang dari bekasi, jogja, surabaya dan malang, seru banget sih ketika kita saling sharing apa yang mereka lakukan, buat apa saja dan banyak hal yang lainnya.
tentu menambah ilmu, pertama kali masuk sudah bertemu orang-orang yang memang designer holic, dan dia cerita ketika dia buat design ini dan itu, sebenarnya saya bukan seorang designer, hanya saja saya lebih ke product design concept, biasanya bikin plan ide bisnis baru gt, jadi memang bukan pure orang design, namun ya karena banyak panelis yang seru juga ada tokoh idola saya disana yang juga sebagai head of design gojek, nah cocok itu.

Waktunya 1 jam, ya diskusi dan QnA banyak cerita yang di bagiin, tapi dari semua hal itu ada hal yang saya simpulkan sebagai catatan saya pribadi, diantaranya adalah :

1. untuk membuat design, kita perlu tahu kepada siapa design ini nanti akan dibuat (usia, feel) ya sama halnya seperti marketing menurutku, ya harus tertarget.

2. design adalah sesuatu yang halus dan memiliki rasa, perasaan dan emosi, ketika kita membuat design, kita tentu perlu lebih dalam tentang rasa, misalnya kenapa kita pakai warna ini, apa alasan pakai warna ini, semua warna yang kita pilih tidak serta merta kita pilih namun perlu ada filosofinya, ada alasannya, dasar dan maksut yang bisa dijelaskan, bukan asal bagus saja.

3. ketika kita memilih font, memilih warna font, memilih ukuran font. ya mungkin bagi saya atau kita, ini hal yang sederhana, warna selisih 1 aja juga g masalah, namun tidak disini, warna ini sangat berpengaruh terhadap suatu design, jika kita pilih font ini, jenisnya apa, arial atau bold, italic atau yang lainnya, lalu ketebalannya berapa, hingga warnanya sekontras apa, semua itu tidak ditentukan dengan sebentar. justru yang dicari adalah detail-detail yang kita sering abaikan.
Gradasi warna yang tipis, paduan warna ini dengan itu, itu sangat menentukan seseorang, perasaan, mata kita untuk mudah memahami maksut.

artinya ada psikologi warna yang coba untuk ditembus dalam sebuah konsep design (font, warna dan ukuran) sebuah kesatuan yang ingin menjelaskan. apa maksut daridesign yang dibuat.

Dari semua itu, saya memiliki kesimpulan, bahwa hal-hal kecil itu penting, meskipun kita mengira itu bagus, tapi kita perlu mengukurnya dan bisa menjelaskan alasannya, sebuah keindahan, kenyamanan tidak bisa dibuat dengan instan, sehingga penentuan suatu design yang bagus terlahir dari hal-hal kecil, detail yang benar-benar dipikirkan dan dibentuk dengan matang.

Semoga, lebih bisa menghargai detail-detail.
salam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close