E-Commerce merupakan kepanjangan dari Electronic Commerce yang berarti perdagangan yang dilakukan secara elektronik. E-Commerce hanya berfokus kepada proses jual-beli dan atau menukar barang atau jasa melalui jaringan komputer, termasuk internet. E-Commerce terbagi dalam berbagai jenis, diantaranya :

  1. Business to Consumer (B2C)

Penjual adalah organisasi/perusahaan dan pembeli adalah individual. Contohnya: Zalora, BerryBenka.

  1. Business to Business (B2B)

Penjual dan pembeli adalah organisasi/perusahaan. Contohnya: Binus University membeli TV dari Panasonic.

  1. Consumer to Consumer (C2C)

Individu menjual produk atau jasa kepada individu yang lain. Contohnya: Bukalapak

  1. Business to Employee (B2E)

Organisasi menggunakan E-Commerce secara internal untuk menyediakan informasi dan jasa kepada pegawainya.

Berbeda dengan E-Business yang cakupannya lebih luas dari E-CommerceE-Business adalah proses jual-beli barang atau jasa, dan juga pelayanan kostumer, bekerja sama dengan partner, dan melakukan transaksi secara elektronik dalam sebuah perusahaan. E-Business memiliki karakteristik tujuan yang sama dengan bisnis secara konvensional. Hanya saja, E-Business memiliki scopeyang berbeda. Bisnis mengandalkan pertemuan antar pebisnis seperti halnya rapat ditempat khusus, atau sekedar untuk berkenalan dengan partner bisnis. Sedangkan E-Business mengandalkan media Internet sebagai sarana untuk memperoleh tujuannya. Contoh E-Business yang terkenal di Indonesia adalah Kaskus.

Jadi itu sekilas tentang perbedaan E-Commerce dan E-Business. Semoga artikel ini bermanfaat dan sampai bertemu di postingan selanjutnya!

Source :

https://www.aprillins.com/2009/855/perbedaan-antara-e-commerce-dengan-e-business/

Dalam bisnis ecommerce yang saya pelajari, menjabarkan supply chain dari awal sampai akhir kepada semua stakeholder perlu dilakukan, semua stakeholder harus tahu flow tersebut, diawali dengan adanya visi, misi, goals yang ingin dicapai sampai bagaimana nilai-nilai tersebut dijelaskan dalam bentuk suatu sistem organisasi.

Namun pada kenyataanya, tidak semua bisnis owner mau menerapkan sistematis seperti itu, berbeda prinsip antara berdagang dengan berbisnis.

Terkadang ada juga yang memang tidak memperdulikan visi, misinya, yang terpenting berjalan dan bisnisnya memberikan penghasilan secara berturut-turut. saya pikir, memang semua bisnis berujung pada profit yang continue tapi tentu tidak seperti itu juga, bisnis yang baik tentu tidak hanya berlandaskan atas dasar keuangan, namun jauh lebih dari itu dia tentang organisasi, kemanusiaan, nilai-nilai semangat, serta keberhasilan dalam visi yang sama-sama diperjuangkan.

Dari situlah kita tahu, perbedaan dari pedagang dan pebisnis, salah satuya perbedaan mendasar pentingnya suatu visi dan sistem dalam sebuah perusahaan yang memang harus dibangun diawal.

hmm..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close