Lagi-lagi ini merupakan sebuah kegelisahan yang menurut saya bolehlah ya dishare, karena mungkin ada orang lain yang juga mengalami hal yang sama (mungkin pernah). Dunia pengusaha atau lebih kerennya dunia entrepreneurship memang sangat seru sih kalau diceritakan, banyak cerita pengalaman dan juga hal-hal yang bisa dipelajari setiap harinya.
Beberapa waktu lalu, banyak juga yang berdiskusi tentang, enak ya kerjamu, enak ya kamu kerja di perusahaan bagus, enak ya kamu bisa punya usaha dan bisnis sendiri. Hmm..enak yang seperti apa ni yang orang maksut?
Pada kenyataannya keduanya tidak sama-sama enak lho, oke..aku ingin membagikan sebuah cerita yang kebetulan saya alami sendiri enak mana.
Menjadi Karyawan
saya menceritakan menjadi karyawan dulu, ya menjadi seorang staff disebuah perusahaan harus baik, hidup normal, mengikuti aturan, bekerja sesuai dengan perintah dan bekerja sesuai dengan aturan, waktu, tempat, hingga hukum-hukum yang berlaku, bisa hukum sosial ataupun hukum legal. tentang hal yang satu ini, cocok untuk kamu yang tipe penurut, maunya melakukan hal yang sama setiap hari, tunduk dengan sesuatu dan yang paling penting adalah ” Suka dengan Kepastian “. Siapa sih yang tidak suka dengan kepastian? masak ada yang mau digantungin terus? eaaa
OKE, Skip..
Bicara kepastian, tentu ada hal-hal yang disepakati diawal kan, termasuk bagaimana upah yang diterima setiap bulan, lalu apa saja yang harus dikerjakan, hingga apa yang saya dapatkan (gaji tepat waktu, tunjungan, bonus, jaminan kesehatan dan semuanya). Semua hal itu adalah sebuah bentuk atau wujud dari “KEPASTIAN” atau ” JAMINAN “. Nah, dengan kita mendapatkan itu, tentu secara manusia normal yang mungkin cenderung ada hal yang ditakutkan mendapatkan sebuah jawaban kan? Jawaban itu terpecahkan disini, bahwa khawatir tidak bisa makan, khawatir sakit semua sudah dijamin disini. Lalu, pastinya semua hal itu ada hal lain yang ditukarkan bukan?
PASTI! semua hal itu kita tukar dengan yang namanya WAKTU. setiap hari kita menghabiskan waktu untuk membangun bisnis orang lain, ya karena kita mendapatkan sesuatu yang pasti dan sesuatu jaminan, pertanyaanya dalam semua hal itu kita punya waktu yang sama kan? kita sepakat menukarkan waktu itu untuk jaminan itu.
Lalu, apalagi yang perlu kita tukarkan?
Nah, ada lagi yang harus kita tukarkan, yaitu KEBEBASAN semua orang yang bekerja sebagai karyawan, punya waktu yang harus ditukarkan untuk mendapatkan jaminan, selain itu kebebasan yang mereka miliki juga ditukarkan dengan waktu tersebut, karena semua itu ada aturan mainnya. Secara nyata kita tidak benar-benar merdeka, karena setiap hari, waktu-waktu kita dipenuhi dengan hal-hal aktivitas yang dibuat untuk membangun bisnis orang lain? Bisnis orang lain? Lalu kenapa kita tidak membangun bisnis sendiri? OKE, tunggu…tunggu dulu… tentu akan berbeda bahasanya, kita tidak sedang membangun bisnis orang lain sefrontral itu, namun kita ikut berpartisipasi dengan mendapatkan imbalan dengan apa yang bisa kita bantu untuk membangun perusahaan dengan kepentingan bersama-sama (sama-sama untung, jika sejahtera) nah, tentu akan berbeda, karena manusia pasti punya rasa ego dan tidak mau dijajah orang lain, namun ini masalah bahasa, pada kenyataannya waktu kita untuk perusahaan bukan? ya faktanya begitu. Namun, kita selalu punya jawaban, bahwa kita tidak sedang bekerja untuk seseorang, namun kita menjual jasa yang kita miliki untuk menyelesaikan suatu permasalahan perusahaan, sepertinya bahasa itu lebih saya sukai karena kita sama-sama fair kan? hahaha halah, ini tentang bahasa sebenarnya, dan itulah yang perusahaan gunakan untuk merekrut banyak orang hebat bukan? hihihi
Pada intinya, menjadi seorang karyawan adalah seseorang yang baik dan penurut, yang mau membantu perusahaan dengan apa yang bisa dia lakukan, hanya saja ada aturan yang harus dia penuhi, apa yang dia dapatkan dengan hal itu? ya dia mendapatkan jaminan apa-apa yang dia khawatirkan. Semuanya terjamin, anda hanya perlu duduk, menaati aturan, lakukan sesuai aturan dan anda mendapatkan semua yang anda mau.
Menjadi Pengusaha
Bicara tentang pengusaha, saya punya definisi sederhana tentang ini. orang yang hari ini bisa makan tanpa bergantung dengan orang lain? hmm sepertinya dia pengusaha hahaha… ah tidak juga, maksutnya lebih dalam lagi sih, yang mana orang yang benar-benar menjual sesuatu untuk menghidupi dirinya dengan apa yang dia punya adalah seorang pengusaha. nah itu…
Menjadi seorang pengusaha atau bahasa kerennya adalah (Entrepreneur), coba ingat-ingat, ketika saya pernah masuk dalam sekolah bisnis, semua murid ditanyai tentang apa mimpinya, dan mereka menjawab..mereka ingin jadi pengusaha bukan? dan sekarang coba cek satu persatu alumninya, siapa saja yang sudah menjadi pengusaha? bisa kita hitung jari. hehehe
Ini memang unik, faktanya, pengusaha bukan lulusan dari sekolah bisnis, bukan orang yang kuliah dengan nilai A atau cumlaud, pengusaha adalah mereka yang berhasil membawa imajinasi kedalam realitas dan menjadi sumber penghasilan untuk dirinya dan orang lain. nah lho, gmn tuh bayanginnya..
Seorang yang belajar bisnis, belum tentu bisa menjadi seorang pengusaha, dan seorang pengusaha ya tidak boleh meremehkan ilmu bisnis, keduanya adalah hal-hal yang sama pentingnya. Saya dari dulu bercita-cita jadi pengusaha, namun sayapun bukan seorang pengusaha murni, saya berasal dari staff yang kemudian merangkap mencoba menjadi seorang konsultan, saya mungkin belum se ekstrem mereka yang memulai usaha dari 0 yang benar-benar tanpa modal, minimal modal pasti ada dan saya menggunakan ilmu pengetahuan dan skill untuk itu. Untuk memulai suatu usaha atau bisnispun, tidak lantas langsung berjalan, banyak sekali hal-hal yang saya pelajari dan saya belajar tentang kegagalan.
Mungkin enak jika kita lihat tulisan diatas, bahwa seorang karyawan hanya tinggal duduk menurut dan mengikuti aturan. itu sangat berbeda disini, untuk dunia bisnis dan entrepreneur, kita dihadapkan dengan persoalan langsung yang semua keputusan yang kita hasilkan berdampak pada hidup kita. apa itu? (HARI INI BISA MAKAN APA) pertanyaan itu serius. Seorang pengusaha punya hal-hal yang dia khawatirkan, namun dia memilih untuk menjadi pemberani dengan segala resikonya, setiap hari berpikir, hari ini makan apa? ya benar saja, mereka harus selalu berpikir untuk terus bertahan hidup, bukan lagi harus taat dengan siapa dan apa aturannya, mereka memikirkan, bagaimana agar semua ini bisa berkembang..terlepas untuk makan hari ini? semua itu tergantung bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu, menggunakan waktu dan apa yang telah dilakukan.
Tentu sangat berbeda, coba saja hal apa yang didapatkan oleh seorang Entrepreneur? PUNYA WAKTU DAN KEBEBASAN. yap… benar sekali, bagi seorang entrepreneur, kebebasan dan waktu adalah hidup mereka, menjadi seorang yang bebas melakukan apa saja, tanpa ada yang mendoktrin, punya waktu kapapun, melakukan apapun yang dia sukai…itulah kenapa banyak orang INGIN jadi pengusaha, namun hanya sedikit yang MENJADI.
karena untuk sampai ke level tersebut, tentunya tidak instan, semua ada proses dibaliknya yang tentu jika hanya ingin hasilnya saja, pasti dia menyerah ditengah jalan. menjadi pengusaha memang punya hal itu, dimana banyak para karyawan menukarkan waktu dan kebebasannya untuk mendapatkan JAMINAN bukan berarti menjadi pengusaha yang punya 2 hal yang dia dapatkan tidak membuat dia punya sesuatu yang dikorbankan. apa itu?
JAMINAN. ya, seorang pengusaha harus berpikir sendiri untuk jaminan, siapa yang menjamin dia bisa makan hari ini, mendapatkan uang yang rutin setiap bulan, mendapatkan jaminan kesehatan hingga jaminan kesejahteraan, mereka harus memikirkan hal itu sendiri, ya itu merupakan konsekuensi dari apa yang menjadi pilihannya, namun satu hal yang menantang dan seru untuk dunia pengusaha, DIA MENGGAJI DIRINYA SENDIRI. dengan begitu, semua aturan, semua gaji semua ada ditanganna dia, ya karena dialah yang menjalankan semua itu, resikonya apa? ya dia harus tahu, darimana dia bisa mendapatkan gaji, darimana dia bisa mendapatkan jaminan, dan darimana saja dia bisa mendapatkan uang untuk makan hari ini dan esok. Itu bukan hal yang mudah untuk diawal, namun yang saya tahu, butuh latihan dan butuh pengalaman untuk bisa sampai disana, dan semua itu diawali dengan cara menjadi seorang staff yang baik terlebih dahulu, tanpa itu.. sepertinya kita terlalu PREMATURE untuk seorang pengusaha, tetap saja semua ada prosesnya bukan?
Pada intinya, jika kita sudah bisa dan sudah menemukan cara bagaimana uang bisa bekerja untuk kita, dan kita tahu bagaimana cara menghasilkan uang ketika kita tidur, artinya kita sudah layak disebut pengusaha, atau minimal kita punya penghasilan yang bisa kita gunakan untuk hidup sendiri, okelah youre Entrepreneur.
Nah, terlepas dari semua itu? Jadi enak mana Jadi Pengusaha atau Karyawan?
Menurut saya relatif, tergantung situasi dan pencapaiannya. Jika kita sudah bisa menemukan cara untuk menghasilkan uang lebih banyak dan punya cara menggaji diri kita sendiri, sekalipun pas kita tidur, ya tentunya enak jadi pengusaha.
Namun, jika kita tidak punya mental yang kuat, tidak ada keinginan untuk belajar, malas mencoba hal baru, kalau misalnya jatuh tidak bangkit lagi, tidak mau mencoba lagi, ya lebih baik jadi karyawan saja, karena mental pertama seorang pengusaha yang saya tahu sampai saat ini adalah BERANI & TIDAK BERHENTI BELAJAR MENCOBA.
Salam, Entrepreneur. M. Nahrowi
