Si Kerang Mutiara (sebuah filosofi) Tentang Kesabaran.

Sebuah filosofi sederhana tentang kesabaran yang ditunjukkan Allah SWT pada makhlukNya, ya..pada makhlukNya..sebuah “Kerang Mutiara” yang berada di dalamnya lautan..

Siapa yang tidak mengenal Mutiara,..benda kecil, putih, dan memiliki nilai keindahan dan nilai jual yang tinggi..bahkan terkadang banyak kaum hawa yang memuja keindahannya..namun, adakah yang tau asal muasalnya?

Berikut sepenggal cerita “Si Kerang Mutiara”, semoga saya dan kita semua bisa mengambil hikmahnya..Amin..
“..kerang mutiara adalah jenis kerang yang termasuk dalam kelas bivalvia dalam moluska yang memakan benda-benda kecil di sekitarnya..pada proses makan tersebut, secara tidak sengaja masuklah sebutir pasir kecil ke dalam tubuhnya..bagi manusia,

sebutir pasir kecil tidaklah bermasalah, namun bagi makhluk kecil ini, pasir yang masuk ke tubuhnya merupakan suatu kesakitan yang maha daya..namun, si kerang kecil ini tidak lah mengeluh, bahkan ia menerimanya dan merawatnya (tidak hanya berjam-jam/berhari-hari, namun berbulan-bulan ia merawatnya),

namun ternyata pasir tersebut tidak juga keluar dari tubuhnya..bahkan semakin hari rasa sakit itu semakin menjadi-jadi..namun ia tetap sabar dan tidak mengeluh..sampai tiba suatu masa dimana rasa sakit itu memuncak karna si kerang menyadari bahwa pasir yang masuk ke dalm tubuhnya tumbuh semakin besar (karna pengaruh lendir/zat-zat di dalam tubuh kerang yg bereaksi dgn pasir)..namun, penantian si kerang agar rasa sakit itu sirna akhirnya terjawab ketika seorang penyelam masuk dan mengambil benda kecil dalam tubuhnya (yang kemudian kita kenal sebagai mutiara)

hikmah yang bisa kita ambil dari kisah si kerang mutiara adalah tentang kesabarannya, ketika pasir masuk ke dalam tubuhnya, timbullah masalah karena rasa sakit yang ditimbulkan si pasir tsb..(hal ini bisa kita analogikan sebagai masalah yang menerpa hidup kita) namun si kerang menerimanya bahkan merawatnya sambil mencari jalan keluar agar si pasir bisa keluar dari tubuhnya (hal ini bisa kita analogikan sebagai masalah yang harus kita terima terlebih dahulu dan jangan berkeluh kesah, sambil ttp kita harus mencari jalan keluarnya)

namun ternyata si pasir tidak juga keluar dari tubuh si kerang, namun si kerang tetap bersabar (hal ini bisa kita analogikan ketika maslah tidak kunjung ada akhir dan solusinya, maka tetaplah bersabar dan berpegang teguh pada Allah karena dalam firmanNya-Innallahamaasshabiriin-Allah menyatakan bahwa sengguhnya Allah akan bersama orang-orang yang sabar) sampai suatu ketika rasa sakit itu memuncak tapi si pasir tetap tak juga kluar dari tbuh si kerang, dn si kerang pun bersabar( hal ini bsa kt anlogikan ketika maslah yang kita hadapi sudah tak snggup kita terima, maka tetaplah bersabar, krna mgkin Allah tengah menguji sbrapa jauh kesabaran hambaNya) dan pada akhirnya si pasir yang sudah membesar(mutiara) keluar dari tubuh si kerang( hal ini bisa kita analogikan bahwasanya masalah yang kita hadapi pasti ada jalan keluarnya asal kita berusaha karna dalam firmanNya-sesungguhnya setiap kesulitan ada kemudahan dan setiap kesulitan pasti ada kemudahan)”

innallaha ma’ashobirin (sesungguhnya allah bersama orang-orang yang sabar)

Nilai tambah yang bisa kita ambil juga adalah: ketika pasir(yg kmdian mnjdi mutiara) yg mrpkn smbr mslh si kerang itu sirna, maka hilanglah rasa sakit si kerang dan kemudian rasa sakit itu berbuah keindahan karna pasir yng kmudian mnjdi mutiara dn mrpkn smbr rsa skitnya trnyata bermanfaat bagi manusia..
sungguh sebuah kesabaran yang berbuah keindahan..SubhanAllah..

 

Source : https://eduwinekofranjaya.wordpress.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close