Mulailah dengan apa yang kamu bisa, apa yang kamu miliki saat ini. Terus Belajar.

Tulisan ini mengingatkan saya pada sebuah cerita sederhana, dulu sekali. saat kuliah mungkin atau mungkin setelah selesai kuliah. suatu waktu saya ingin belajar sesuatu hal, sebenarnya saya punya cita-cita banyak waktu itu. ingin bisa jadi editor, ingin bisa menulis (dulu saya tidak bisa menulis dan punya blog sebanyak sekarang ini) ingin punya website sendiri (dulu saya tidak bisa membuat website) dan cita-cita saya sederhana, saya kuliah hanya ingin punya website saya sendiri suatu saat nanti. (dan saya bersyukur saya telah mencapainya)

Saya selalu mencoba mengingatkan diri saya sendiri tentang pentingnya menghargai mimpi, selama saya belajar dan kemudian belajar tentang dunia entrepreneurship satu hal yang paling penting dalam dunia entrepreneur itu ternyata bukanlah uang atau bisnis itu sendiri tapi lebih dari itu dan saya pikir itu bisa dimiliki oleh semua orang hal itu adalah “semangat” dan “keberanian”. banyak dari kita mungkin setelah lulus kuliah takut untuk menjadi sesuatu, ilmu masih belum cukup dan mungkin banyak hal lain yang saya pikir, sayapun pernah difase seperti itu. untuk itulah alasan kenapa saya menulisnya disini karena saya ingin berbagi kepada siapapun yang mungkin pernah di fase saya dulul. dulu saya punya cita-cita “pengen nulis buku, pengen bisa buat website, pengen jadi konsultan pengen punya album sendiri” dan punya rumah produksi. entahlah semua hal itu tepat mungkin sudah beberap tahun lalu. dan tentu waktu itu adalah sebuah kerakusan kenapa? ya karena saya waktu itu tidak bisa apapun yang saya sebutkan diatas. tapi saya punya 1 hal yang terus saya jaga, yaitu mimpi dan semangat.

Sampai suatu ketika, banyak hal yang saya coba, mulai dari hal sederhana hingga yang rumit, dari banyak hal yang dibuat banyak juga yang gagal, tapi dari situ saya belajar, ternyata untuk bisa jadi ahli kita harus gagal dulu, gagal disini ternyata adalah sebuah “fase pembelajaran” dan itu sangat berharga, sayangnya fase ini hanya dilalui oleh orang -orang yang mencoba, jadi mungkin bagi orang yang tidak pernah mencoba mungkin dia belum merasakan apa feel dari gagal yang saya maksut, itupun saya dapatkan dari tokoh idola saya didunia technopreneurship salah satu prof. dari Sekolah Bisnis Ganesha itu.

Saya ingat betul, ternyata saya banyak belajar dari tulisan blog beliau, maka dari itulah saya mencoba menulis cerita saya lagi, kenapa? agar jika tulisan ini ditemukan mereka tahu, bahwa sebenarnya dibalik sebuah hal pastilah ada prosesnya, saya ingin berbagi sesuatu yang saya sebut dan saya buktikan sendiri bahwa mungkin tidak ada orang yang ahli dimanapun sebelum dia melalui proses, entah itu gagal, terus belajar, terus berlatih, tentu adillah siapa yang berusaha, siapa yang terus belajar maka dialah yang akan mendapatkan ilmu. dan siapa yang mengamalkan ilmunya maka dia akan mendapatkan ilmu baru yang dia belum ketahui, imam al ghazali.

Untuk itulah saya coba untuk, terus menulis…

Tidak hanya tentang itu, dulu saya tidak suka dengan buku, membaca apalagi, tapi aku lagi-lagi mulai suka membaca ketika saya jatuh cinta dengan buku yang ditulis oleh prof. rhenald kasali, bahwa jatuh cinta dengan buku, dan ketika kita bisa jatuh cinta dengan buku maka tidak akan ada rasa sedih yang ada kamu akan selalu bahagia dan tentunya kamu lebih mudah menerima semua hal baru, tidak mudah marah dan tentunya ada rasa ingin terus belajar. ya, nyatanya hal itu benar, dan kunci dari semua ilmu adalah membaca kan.. saya setuju dengan itu.

Kembali ke awal, saya jujur sedang melatih kemampuan menulis lagi dan rasa cinta buku lagi yang mulai pudar karena terlalu banyak berususan dengan programming dan system saya pikir semuanya harus seimbang. ya saya akan coba lebih banyak mengelola waktu dengan bijak. hindari sosial media yang tidak produktif.

Saya ingat pas waktu itu, ketika kita punya banyak hal yang harus dicapai, dari mulai pengen bisnis dulu, lalu pengen kerja dulu, pengen jadi editor, pengen jadi entah banyaklah, dan akhirnya dari semua itu kita tidak bisa secara langsung mengerjakan semuanya. kita perlu waktu yang tepat mana yang harus kita prioritaskan, hingga semua hal yang kita kerjakan terbengkalai waktu itu. tapi dari situ kita belajar, bahwa jangan terlalu banyak idea dulu, tapi fokus dengan satu idea dulu lalu terus dijalankan..

Hingga suatu saat saya ingin rasanya bisa seperti mereka, yang bisa nulis diblog, terlihat keren tapi saya tidak punya banyak hal yang bisa saya tulis (ya karena saya tidak pernah baca buku waktu itu) jadi kurang wawasan untuk menulisnya ditambah dengan kurangnya pengalaman juga, dan akhirnya saya lagi-lagi baca sebuah blog, dan dari blog itulah saya mendapatkan inspirasi, ternyata beliau adalah seorang yang kebetulan menjalankan banyak profesi, jadi dosen, penulis, jadi konsultan, mentor, punya banyak perusahaan, ahli teknologi, tapi dari semua itu ternyata dia memulai dari 0.

ya, benar juga, beliau pernah frustasi tidak bisa ini itu, beliau kesal, sedih dan stress juga karena gagal pada sebuah hal, tapi pada blog itu secara tidak langsung mengajari saya bahwa, semua hal itu tentunya dimulai dari 0, dari langkah kecil, dari mimpi dan dari apa yang bisa kita mulai sekarang, tentunya dengan apapun yang kita punya saat ini, terkadang kita berhenti pada sebuah titik memulai sesuatu karena kita berpikir bahwa “saya tidak bisa menjadi seperti mereka”Ā  nah,Ā ini yang salah paham oleh kebanyakan orang, banyak orang beranggapan bahwa seorang yang ahli, atau misalnya dia wah dia bisa ini dan itu, itu didapatkan karena memang dia takdir, atau dia memang pinter. ternyata menurut saya kurang tepat sih, pada faktanya kenapa kok kita beranggapan seperti itu?

ya karena ketika seorang itu sudah berhasil, kadang mereka itu malu menceritakan prosesnya dimasa lalu, yang penting dia ingin menunjukkan eksistensinya dia sekarang, padahal sebenarnya prosesnya diapun sama, jika kita bisa berpikir jernih, maka kita akan fokus pada “kenapa dia bisa?” “bagaimana agar saya bisa?” dari dua pertanyaan itu, kita akan berpikir dan mencari tahu, bahwa tidak ada yang instant tentunya, banyak kita temui orang yang telah berhasil mencapai impiannya dia tapi dia “TIDAK” mau menceritakan prosesnya, dia menutup itu semua, ya tidak semua orang sama, pertanyaannya, jika banyak orang-orang yang kita temui berhasil mereka menutup semua proses dan berkata setiap keberhasilan mereka adalah beruntung. Tamatlah, pasti banyak orang yang putus asa saat proses mereka.Ā ya, karena mereka pikir proses, belajar itu semua tidak penting. padahal jika mereka tidak melalui proses itu tentu bohonglah.

Sedangkan kita tahu, Tuhan Maha Adil, masak iya, yang banyak kerja, yang berusaha, kalah sama yang tidak melakukan apa-apa, karena Tuhan Maha adil, maka siapa yang bersungguh-sungguh, Dia berhak untuk berhasil. darisitu kita punya pedoman, bahwa apapun prosesmu saat ini, bersyukurlah dengan proses, karena tidak semua orang punya proses, jika kira berproses, kita belajar menjadi bijak.

So, beranilah untuk menulis mimpimu sendiri, sekalipun itu terlihat tidak mungkin bagimu, percayalah, kamu akan sampai pada mimpi itu, cukup teruslah berusaha dan lakukan yang terbaik, jangan lupakan doa.

 

salam, entrepreneur.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close