” Jika Kamu Punya Mimpi, Perjuangkan! “

Sejak kecil memang suka dengan hal-hal baru, termasuk mencoba membuat karya meskipun dengan daun pisang ataupun kayu dari kebun belakang rumahku dulu.

Berbeda dengan sekarang, ada mainan baru yaitu “teknologi” sebuah cara tercanggih untuk para pemimpi sepertiku untuk mewujudkan apapun yang aku inginkan, sejak kecil aku punya banyak mimpi, ingin punya berbagai cara asyik untuk membuat sebuah karya, entah itu melukis, menggambar, membuat anyaman, mainan dari alat-alat bekas ataupun mencoba membongkar sepeda BMX menjadi versi diriku.. itu nampak konyol untuk saat ini, namun kalau tidak begitu mungkin masa kecil dulu tidak mengasyikkan.

Karena sering berteman dengan teknologi dan kreativitas, akhirnya menemukan jalan, aku mulai membuat ide-ide itu terjadi, dari mulai membuat robot, mesin yang bisa berbicara sendiri (agak aneh) dan membuat imajinasi yang konyol itu terjadi.. saya pikir ini bukan lagi tentang teknologi, namun seperti sebuah kelas seni yang mana pelajarannya menggunakan bahan-bahan dioda untuk disusun dengan kabel, bor PCB disambung dengan timah panas untuk satu jalur satu sama lainnya terangkai dan terciptalah bunyi bip. disertai nyala led warna warni.

Aku tahu, artinya percobaan pertamaku pada kelas elektronika telah berhasil dengan baik, namun sejak kuliah aku sangat tidak suka kelas ini, setiap hari menggambar jalur rangkaian listrik, sedangkan aku tidak ingin jadi seorang engineer listrik sama sekali. namun, tanpa kelas itu aku mungkin tidak akan belajar banyak untuk bisa membuat kreativitas dengan bahan-bahan teknologi, chip kecil itu. aku bersyukur…

Dari kelas sederhana itu, semua hal telah memberitahukan sesuatu hal penting, bukan karena bisa membuat robot, bukan karena bisa menyambungkan kabel denga PCB, bukan juga karena bisa menyolder timah panas ke lubang PCB dengan sempurna.

Namun lebih dari itu: Kita belajar untuk berimajinasi dan dituntut untuk membuat ide-ide, lalu semua hal itu (ide-ide) harus kita jadikan nyata dan menjadi seperti yang kita pikirkan.

Lebih dari itu, kita dituntut untuk menceritakan ide kita kepada orang lain, jika ide itu menarik untuk mereka artinya berhasil, namun jika belum. tak apa, artinya setidaknya kita telah berhasil mewujudkan ide itu menjadi sebuah produk/bentuk yang nyata yang minimal bisa kita lihat sendiri. yah…seperti foto ini, sebuah foto dari penemuan alat bernama PIC-POP, sebuah alat dengan sensor untuk mengingatkan orang untuk absen, di BMKG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close