Pagi tanpa kopi, tentunya hari ini adalah hari terakhir ramadhan dengan ditandai besok adalah hari raya idul fitri, pagi ini berbeda tentunya, ini kali pertama merasakan idul fitri yang berbeda, tidak dikampung halaman tapi di ibukota. Melanjutkan cita-cita dan mimpi yang tertunda, siang dan malam sepertinya lebih nyaman berteman dengan dunia teknologi dan internet, melihat keluar sebentar banyak sekali yang sudah mengabaikan aturan jaga jarak, ya wajar karena tidak semua memang mau berkorban dengan egonya “kebiasaan”.
Sama halnya seperti membangun bisnis, mungkin ketika kita membangun bisnis diawal tentu butuh effor yang cukup menguras energi, dari semula yang menjadikan itu sebuah idea, menjadi sebuah berupa produk. mungkin sebenarnya banyak hal yang tidak banyak entrepreneur tulis pada blog pribadinya, kebanyakan mereka akan selalu bercerita ketika mereka berhasil, tapi rasanya saya ingin berbeda, saya ingin menulis setiap hal yang saya lalui ketika dalam perjalanan itu, membangun sebuah mimpi itu. banyak hal yang diceritakan, tapi saya ingin menceritakan, bahwa hal yang paling banyak dikorbankan adalah waktu dan pikiran ketika kita membanguns sesuatu, berfokus mementingkan hal yang penting saja, mengabaikan yang tidak, skala prioritas dan management waktu tentunya.
Lalu, hal lainnya adalah waktu : kita tahu kita hanya punya 24 jam, waktu itu sama dengan siapapun, itulah kenapa Tuhan adil, lalu pertanyaanya kenapa mereka bisa kita tidak? harusnya itu yang terus kita cari, salah satunya adalah pemilihan keputusan waktu-waktu yang kita habiskan. apakah setiap waktu yang kita habiskan benar-benar menentukan sesutu hal dimasa depan yang berdampak baik atau sebaliknya?
Kita punya waktu yang sama 24 jam, orang lain ada yang menghabiskan waktunya dengan tidur, begadang, tertawa bermain game online dan lain sebagainya. disisi lain ada orang yang menghabiskan waktunya dengan banyak hal, bertemu banyak orang, membaca buku, membuat sesuatu, bermanfaat untuk orang lain, sama kan waktunya? sama-sama 24 jam, hanya saja perlakukan berbeda itulah yang menghasilan output yang berbeda pula, yang satu memilih menikmat hidupnya dan menjalani waktu-waktu sesuka hatinya, yang satunya benar-benar memilih mana yang baik, mana yang kurang dan terus mengevaluasinya. tentu belajar kualitas management waktu butuh latihan.
Kadang saya berpikir dalam 24 jam hari ini, apakah sudah lebih baik dari 24 jam kemarin? jangan-jangan malah tambah buruk, ketika saya lelah dan menghabiskan waktu seharian untuk tidur, ketika terbangun saya menyesalinya. karena saya telah menghabiskan banyak waktu hanya untuk tidur, dan waktu itu tak pernah bisa kembali lagi. disitulah saya coba untuk memaksa diri saya, agar setiap waktu ini, setiap detiknya, harus berjalan dengan hal yang bermanfaat dan baik.
Saya ingat sebuah pepatah bijak, bahwa waktu adalah pedang, jika kita tidak bisa mengelolanya maka dia akan membunuh kita dan kita tak bisa kembali darinya.
untuk itulah, kenapa ketika saat orang lain menghabiskan waktunya untuk tidur, mungkin kami gunakan tidur yang lebih sedikit, kami gunakan untuk berpikir dan belajar, terus mengevaluasi diri, tapi sesekali pasti akan muncul rasa lelah, kenapa tidak bisa jadi normal saja, habiskan waktu untuk tidur dengan normal, hidup, bermain dan habiskan waktu dengan bersenang-senang? kenapa?
Pertanyaannya kenapa saya tidak bisa seperti itu ya? malahan ketika yang lain tidur, bagaimana caranya waktu yang digunakan ini se efektif mungkin, dan saya ingin suatu saat ketika saya tidur, semua hal yang telah menjadi cita-cita itu tercapai, saya ingin ketika semua hal itu terwujud semua telah usai, dimana kami ingin ketika kami tidur, kami tetap bermanfaat untuk banyak orang, tetap membantu orang lain, dan tetap berpenghasilan.
Bagaimana caranya? nah, itulah yang telah dicapai oleh orang-orang itu, bill gates, warent buffet, mack zuck dll
Bisakah kita seperti itu? tidur saja semuanya sudah berjalan otomatis sendiri, bisa bantu orang, bisa menghasilkan? ya itulah yang kita sama-sama pelajari, jadi terus mencari tahu, terus belajar saja. selama kita berusaha, tidak ada yang tidak mungkin kan?
Salam, entrepreneur!
