Ramadhan sebentar lagi telah berlalu, apa yang telah kita dapatkan? apakah selama ramadhan ini pikiran kita fokus dengan corona? sampai kita lupa kenapa tidak memfokuskan dengan hal yang memang sudah menjadi sebuah pandemi seluruh dunia. Ramadhan ini mungkin juga sebuah puasa yang lebih banyak ujiannya, karena selain berfokus dengan ibadah puasa itu sendiri kita juga sedang dalam fase harus tetap jaga diri dirumah dan juga tentunya jaga kesehatan selama masa pandemi ini.

tapi, okelah semua orang mengalami hal yang sama dengan kita kan? mari kita coba berpikir hal lain yang memang “anggap saja memang hal ini sudah jadi hal biasa untuk kita” sekarang jika semua hal atau memang dunia sudah berubah seperti ini lalu apa? nikmati saja semua hal ini dengan syukur dan mulai biasakan diri dari sekarang. ada hal-hal yang telah berubah semenjak adanya pandemi ini diantaranya ::

  • Kesehatan mulai diperhatikan
  • Kebersihan mulai jadi hal yang penting
  • Menjaga diri agar tidak perlu keluar rumah jika tidak penting
  • Tidak perlu banyak berkrumun jika tidak ada hal yang penting
  • Masing-masing satu sama lain jadi lebih menjaga dirinya

Termasuk ibadah, mungkin era digital saat ini bagi saya sebagai ajang pamer ibadah, semua hal dimasukkan ke sosial media, padahal ibadah adalah sebuah hal yang privat menurut saya. mungkin dengan adanya pandemi ini, ibadah dirumah jadi semoga kita semua bisa sadar bahwa tidak semua bisa kita umbar.

Trend kerja dan belajar dari rumah, nah trend ini baru-baru ini sangat naik tajam karena memang tidak bisa sekolah tidak bisa juga kekantor. nah karena adanya hal itu tentu mau tidak mau bagi yang bisa adaptasi tentunya ikutan dengan yang namanya WFH (work from home) dan ini menjadi trend di 2020 ini, padahal dulu sejak ada dunia startup tahun-tahun sebelumnya WFH ini sudah ada dan sudah dilakukan terutama untuk orang-orang yang kerja didunia IT dan Digital, mereka kerja dirumah dengan klien yang ada di berbagai kota/negara lainnya.

Nah, secara tidak langsung kan trend jadi berubah, manusia dituntut untuk terus belajar dan membaca, saya suka dengan hal ini bahwa orang-orang memang seharusnya terus punya mindset untuk belajar dan terus tumbuh, jika kita terus menikmati proses belajar ini maka kita akan biasa dengan hal itu.

” BUATLAH TANDA “

 

Saat ini adalah saat yang tepat untuk berevolusi, kita tahu bahwa kita sudah 2 bulan pandemi dan menjalani kehidupan dengan berbeda dari sebelumnya, sehingga kita mulai berpikir dan beradaptasi untuk mencari solusi bagaimana jika hal ini terus berlanjut. salah satu caranya adalah adaptasi.

Nah, dalam fase yang 2 bulan anggap saja adalah fase dimana kita punya waktu selama itu, waktu selama itu bukankah kita bisa manfaatkan dengan banyak hal? misalnya :

  • Membaca buku
  • Mempelajari ilmu baru
  • Melatih kemampuan diri
  • Fokus dengan Pengembangan diri
  • Buat bisnis dalam 2 bulan
  • Mengevaluasi semua hal selama ini
  • Buat perencanaan kedepan
  • Buat Persiapan jika fase ini terus berlanjut

Waktu 2 bulan itu sangatlah cukup untuk membangun sesuatu, disaat pandemi ini justru saya pikir malah jangan digunakan dengan hanya rebahan aja, malahan disaat yang lainnya rebahan kita yang malah manfaatin waktu itu untuk mencari solusi, evaluasi atau bahkan buat sesuatu.

Malah-malah, jika kita bisa buat sesuatu waktu pandemi ini dan bisa jadi solusi untuk banyak orang, itu kan jadi manfaat?

Untuk itu, saya mungkin suka dengan kalimat ini, Bahwa kita dilahirkan bukan untuk hidup saja, tapi lahirlah untuk menghidupkan sesuatu, menghidupkan orang lain (berbagi inspirasi) dan juga meninggal kan sebuah karya yang bermanfaat. apa itu?

Bisa kita lakukan, apapun yang bisa kita tinggalkan selama itu bisa berdampak pada orang lain, memberikan manfaat sederhananya saja menulis, lebih dari itu buatlah hal yang juga bisa jadi harapan orang lain membantu orang lain, misalnya buat startup, aplikasi yang menawarkan solusi, saya tahu itu tidak mudah.

Tapi, saya pikir, jika hanya lahir, hidup tanpa ada sesuatu hal yang pernah diperjuangkan, apakah itu keren?

 

salam, M. Nahrowi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close